
Pekanbaru, 19 Januari 2026 — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Pekanbaru Koordinator Provinsi Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Bank Indonesia akan menggelar Sarasehan Ekonomi Awal Tahun Meneroka Ekonomi Riau 2026 Riau Economic Outlook 2026 dan Rapat Anggota IX ISEI Riau dengan tema Sinergi Penguatan Ekonomi Riau yang Maju dan Bermarwah.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026 di Ruang Serbaguna Lantai 3, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman 464 Pekanbaru, pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, dilanjutkan agenda Rapat Anggota IX ISEI Riau pada siang hari.
Prof. Dr. B. Isyandi, SE, M.Sc., ekonom dari FEB UNRI sebagai pembahas dari unsur akademisi menyampaikan bahwa tahun 2026 menuntut Riau memperkuat kebijakan yang adaptif, terutama terkait tekanan fiskal dan perlunya transformasi struktur ekonomi daerah. Tantangan 2026 mengarah pada dilema fiskal, yakni proyeksi penurunan pendapatan daerah terutama DBH Migas dan TKD, sementara belanja wajib meningkat. Jika tidak diantisipasi, ruang fiskal untuk layanan publik, infrastruktur, dan kesejahteraan akan semakin terbatas, ujar Prof. Isyandi.
Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sekaligus mempercepat penguatan sektor produktif. Riau perlu menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi di saat yang sama harus mendorong diversifikasi dan hilirisasi komoditas, memperkuat kualitas SDM, serta memperbaiki iklim investasi agar penciptaan kerja berjalan lebih kuat, tambahnya.
Sementara itu, Dekan FEB UNRI Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., yang ditemui pada kesempatan berbeda, menyatakan dukungan penuh terhadap sarasehan sebagai ruang konsolidasi gagasan lintas pemangku kepentingan. Forum seperti ini sangat penting untuk menyatukan analisis, data, dan pengalaman lapangan. Perguruan tinggi, termasuk FEB UNRI siap berkontribusi melalui riset, kajian kebijakan, dan penguatan kapasitas SDM agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar operasional dan berdampak, tutur Dr. Alvi.
Sarasehan ini dirancang untuk mengases kinerja perekonomian tahun 2025, mengidentifikasi risiko global, nasional, dan daerah yang berpotensi memengaruhi ekonomi Riau pada 2026, serta merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan untuk mitigasi risiko dan penguatan transformasi ekonomi daerah.