Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Cabai Nusantara Jadi Andalan, FEB UNRI Hadir Dampingi BUMDes Bandar Jaya Desa Kuala Alam

Januari 20, 2026
(Media Center FEB/AFA/Riry)
0 tayangan
Cabai Nusantara Jadi Andalan, FEB UNRI Hadir Dampingi BUMDes Bandar Jaya Desa Kuala Alam

Bengkalis, 19 Januari 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) turut mengambil peran dalam penguatan ketahanan pangan desa melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kuala Alam, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini mengusung tema Pendampingan Penguatan Peran BUMDes Bandar Jaya untuk Program Fiskal Daerah melalui Pengendalian Harga Cabai di Kabupaten Bengkalis dan dilaksanakan selama dua hari, 18–19 Januari 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu, 18 Januari 2026. FGD ini membahas strategi penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bandar Jaya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengendalian harga cabai di tingkat desa. Diskusi melibatkan seluruh pengelola BUMDes serta tim pengabdian kepada masyarakat FEB UNRI yang terdiri dari Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., Dr. Deny Setiawan, S.E., M.Ec., Rendra Wasnury, S.E., M.IB., Maha Martabar Mangatas L., S.E., M.M., dan Dr. Fajriani Ananda, S.Sos., M.Si., untuk merumuskan langkah operasional yang berkelanjutan, khususnya dari sisi tata kelola usaha dan pemasaran.

Kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 19 Januari 2026, dengan penanaman cabai merah keriting sebanyak 5.000 bibit di lahan Desa Kuala Alam. Penanaman ini sekaligus menjadi momentum peluncuran produk unggulan desa bertajuk Cabai Nusantara, sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan cabai masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri serta menekan gejolak harga cabai di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Direktur BUMDes Bandar Jaya Desa Kuala Alam, Zulkifli, menyampaikan bahwa penanaman 5.000 batang cabai merah keriting ini ditargetkan menghasilkan sekitar 5 ton cabai selama masa panen tiga bulan. Cabai tersebut direncanakan dipasarkan dengan harga Rp35.000 per kilogram.

“Alhamdulillah hari ini kita mulai penanaman cabai merah keriting sebanyak 5.000 batang. Insyaallah akan panen saat Idul Fitri dengan estimasi hasil sekitar 5 ton selama tiga bulan. Pada momen ini BUMDes Bandar Jaya juga melaunching brand Cabai Nusantara yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan cabai merah, khususnya bagi masyarakat Desa Kuala Alam,” ujar Zulkifli.

Untuk mendukung pemasaran, BUMDes Bandar Jaya memanfaatkan sistem digital melalui pemesanan berbasis formulir daring guna mempermudah distribusi cabai kepada masyarakat. Konsep daring ini ditujukan juga untuk upaya prioritas untuk kebutuhan masyarakat di Desa Kuala Alam terlebih dahulu sebelum tujuan pasar lainnya, di mana proyeksi kebutuhan bulanan di Desa Kuala Alam sekitar 700kg, sehingga penjualan secara digital dimaksudkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat desa terpenuhi apalagi disaat harga cabe diperkirakan meningkat seperti Ramadhan dan Idul fitri serta hari besar lainnya. Agar siklus produksi tidak terputus, BUMDes juga telah menyiapkan lahan tambahan untuk penanaman tahap berikutnya.

Koordinator Wilayah Pendamping Desa TPP P3MD Kementerian Desa Kecamatan Bengkalis, Ruliono, menyampaikan bahwa BUMDes BandarvJaya  merupakan salah satu desa yang telah memanfaatkan Dana Desa sebesar 20 persen untuk program ketahanan pangan sesuai regulasi.

“Realisasi Dana Desa di setiap desa memang bervariasi. BUMDes Bandar Jaya telah menjalankan amanah Peraturan Menteri Desa Nomor 2 Tahun 2024, di mana 20 persen Dana Desa diperuntukkan bagi ketahanan pangan dan dikelola oleh BUMDes. Untuk realisasi, Alhamdulillah serapan dana ketahanan pangan di 28 desa di Kecamatan Bengkalis sudah mencapai 100 persen,” kata Ruliono.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis, Tarmizi. Ia menilai BUMDes Bandar Jaya mampu memanfaatkan Dana Desa secara optimal melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dan pengelola BUMDes.

“BUMDes Kuala Alam sangat luar biasa. Selain memanfaatkan alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan, pemerintah juga telah menyiapkan hilirisasi program, salah satunya melalui kerja sama dengan MBG. Untuk Cabai Nusantara ini, pemasarannya juga sudah dipersiapkan. Pemerintah daerah sangat mendukung langkah BUMDes Bandar Jaya,” ujarnya.

Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Syahruddin. Ia menilai penanaman cabai yang dilakukan BUMDes Bandar Jaya dapat berkontribusi dalam menekan inflasi daerah.

“Kami dari Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi BUMDes Bandar Jaya. Selama ini kenaikan harga cabai sangat berpengaruh terhadap inflasi. Apa yang dilakukan BUMDes Bandar Jaya ini dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Bengkalis,” kata Syahruddin.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., di sela-sela kegiatan penanaman Cabai Nusantara menyampaikan bahwa capaian BUMDes Bandar Jaya sudah tergolong baik. Menurutnya, peran FEB UNRI lebih difokuskan pada pemberian masukan strategis, khususnya terkait pengembangan pemasaran dan peningkatan kualitas produksi.

“Hari ini kami turun bersama tim untuk mendengar langsung dan bersama-sama mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi BUMDes Bandar Jaya, terutama dari sisi bisnisnya. Untuk tanaman cabai, kami tidak masuk ke teknis budidaya, tetapi pada bagaimana memastikan peran produsen dalam menjaga harga pasar. Yang menarik, BUMDes Bandar Jaya tidak hanya berpikir soal bisnis, tetapi juga kualitas cabai terbaik untuk warganya. Ini nilai yang sangat baik,” tutur Dr. Alvi.

“Peran perguruan tinggi tidak hanya pada pengajaran, tetapi juga riset dan pengabdian. Kami FEB UNRI ingin memperkuat kolaborasi dalam pengembangan bisnis ke depannya,” tambah Dr. Alvi.

Dengan adanya kebun penanaman Cabai Nusantara ini, diharapkan kebutuhan cabai merah masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi Desa Kuala Alam dan wilayah sekitarnya.

GB777 GB777 slot gacor gb777 gb777 gb777 slot gacor slot gacor gb777