Surabaya, 6 Mei 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau (UNRI) berpartisipasi aktif pada Sidang Pleno AFEBI ke-23 yang diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 6-8 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghimpun sejumlah pemimpin penting dari fakultas-fakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia khususnya perguruan tinggi negeri.
Acara ini mengusung tema Orkestrasi Hilirisasi Nasional: Membangun Ekosistem Industrialisasi Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global. Utusan FEB UNRI dipimpin oleh Dekan didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, serta Ketua Jurusan dan Kepala Program Studi.
Dalam pernyataannya, Dekan FEB UNRI, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., menekankan pentingnya forum seperti ini dalam memperkuat kolaborasi global dan mendiskusikan industri yang berkelanjutan, terutama dalam membangun ekosistem yang kompetitif dan ramah lingkungan. "Partisipasi FEB UNRI pada AFEBI XXIII ini merupakan bukti komitmen FEB UNRI untuk membangun kemitraan internasional dan terlibat dalam diskusi penting yang akan membentuk masa depan pendidikan ekonomi dan bisnis."
Kegiatan Sidang Pleno AFEBI ke-23 dimulai dengan rangkaian acara pada hari pertama, Rabu, 6 Mei 2026, yang diawali dengan seminar internasional dan kolokium yang diikuti oleh mahasiswa doktoral AFEBI. Setelah itu, para peserta menghadiri welcome dinner yang diselenggarakan oleh Dekan FEB UPN "Veteran" Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antaruniversitas.
Pada hari kedua, Kamis, 7 Mei 2026, rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang dipimpin oleh Dekan FEB UPN Veteran Jawa Timur, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPN AFEBI, Rektor UPN Veteran Jawa Timur, serta Gubernur Jawa Timur. Acara pembukaan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara yang memupuk semangat nasionalisme dalam konteks akademik.
Sesi yang paling ditunggu-tunggu adalah sesi keynote speaker yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., yang membahas pentingnya inovasi dan riset dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dilanjutkan dengan plenary session yang menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, termasuk industri teknologi, keuangan, dan energi, seperti Bapak Sigit Puji Santosa (Chief Technology Officer PT. Danantara Indonesia) dan Bapak Rifki Ismal (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur). Diskusi ini membuka wawasan baru mengenai bagaimana sektor-sektor ini dapat mendukung pengembangan ekosistem industri yang berkelanjutan.
Pada sesi paralel yang lebih mendalam, forum Dekan membahas tentang Expanding Global Partnership Within Business Schools, yang menyoroti pentingnya kerjasama global antar sekolah bisnis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Di sisi lain, forum leadership berfokus pada Formulating Thought Leadership for Societal Impact, membahas bagaimana pemimpin di bidang pendidikan dapat membentuk kepemimpinan yang berorientasi pada dampak sosial yang lebih luas.
Salah satu sesi penting dalam acara ini adalah forum akreditasi yang membahas standar baru akreditasi nasional serta pengembangan Learning Development Center oleh LAMEMBA. Ini memberi kesempatan kepada FEB UNRI untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti standar terbaru yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing global.
Pada penutupan acara, pengumuman tuan rumah untuk Kongres AFEBI ke-24 menjadi momen yang ditunggu, yang menandai berakhirnya sidang pleno tahun ini. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut dalam sesi networking, memperkuat kolaborasi yang dihasilkan selama acara.
FEB UNRI berharap dapat terus meningkatkan peranannya dalam menciptakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan global. "Forum ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi FEB UNRI untuk memperluas jaringan, memperdalam wawasan, serta membangun kolaborasi internasional yang dapat mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan," tutur Dr. Alvi.