Pekanbaru, 13 Mei 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) menunjukkan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) Ijazah Mahasiswa UNRI sebagai bagian dari transformasi layanan akademik berbasis digital di lingkungan kampus. Sosialisasi dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) di Ruang Kunto Darussalam Lantai 2, Gedung Rektorat UNRI.
Kegiatan yang mengangkat tema Implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) Ijazah Mahasiswa Universitas Riau ini dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., serta dihadiri oleh seluruh Dekan di lingkungan UNRI beserta unsur terkait yang terlibat dalam penguatan sistem layanan akademik dan digitalisasi kampus.
Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., menyampaikan bahwa implementasi Tanda Tangan Elektronik bukan hanya bentuk adaptasi teknologi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern dan terpercaya.
"Implementasi Tanda Tangan Elektronik pada ijazah merupakan langkah strategis Universitas Riau dalam memperkuat sistem layanan akademik yang lebih efektif, aman, dan akuntabel. Transformasi digital ini menjadi bagian penting dalam memberikan kemudahan pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap keabsahan dokumen akademik di UNRI."
FEB UNRI menyambut implementasi tersebut dengan kesiapan penuh. Menjelang pelaksanaan wisuda mendatang, FEB UNRI menargetkan penerapan 100 persen Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada ijazah lulusan, sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan tata kelola akademik berbasis teknologi.

Dekan FEB UNRI yang ditemui usai acara, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., menyatakan kesiapan untuk implementasi TTE merupakan langkah penting dalam menghadirkan pelayanan akademik yang lebih modern, efektif, dan responsif terhadap perkembangan era digital.
"FEB UNRI siap mendukung penuh implementasi Tanda Tangan Elektronik pada ijazah mahasiswa. InsyaAllah pada wisuda mendatang, FEB UNRI menargetkan 100 persen ijazah lulusan telah menggunakan TTE. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan akademik yang lebih cepat, aman, dan akuntabel," tutur Dr. Alvi.
Lebih lanjut, Dr. Alvi menambahkan bahwa transformasi digital tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun sistem pelayanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa serta alumni.
UNRI memperkenalkan sistem digitalisasi ijazah melalui Sistem Autentikasi dan Digitalisasi Ijazah (SANDI) yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, mempercepat proses layanan, serta mempermudah akses dan verifikasi dokumen akademik mahasiswa dan alumni. Sistem tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan akademik yang semakin efektif dan terintegrasi di era transformasi digital.
Penerapan TTE di lingkungan UNRI diharapkan mampu menghadirkan efisiensi proses administrasi, memperkuat keamanan dokumen, serta memudahkan proses autentikasi ijazah di berbagai kebutuhan akademik maupun profesional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UNRI dalam mendorong percepatan transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia.