Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

CoE Penguatan Nilai Ekonomi Hijau Wilayah Lahan Basah: FEB UNRI Menata Arah Riset 2025–2029

Januari 06, 2026
(Media Center FEB/AFA/Riry)
0 tayangan
CoE Penguatan Nilai Ekonomi Hijau Wilayah Lahan Basah: FEB UNRI Menata Arah Riset 2025–2029

Pekanbaru, 6 Januari 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) menggelar pertemuan untuk membahas Center of Excellence (CoE) dengan fokus pada arah riset dengan penguatan nilai ekonomi hijau wilayah lahan basah periode 2025–2029. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung Dekanat FEB UNRI, Selasa, 6 Januari 2026, pukul 14.00 WIB.

Pertemuan ini menjadi langkah awal FEB UNRI dalam menegaskan implementasi CoE, khususnya pada bidang riset. Riset di tahun 2025 diposisikan sebagai fondasi awal dan pemetaan, yang kemudian diperkuat dan dikembangkan pada tahun 2026 sesuai dengan tema riset fakultas. Dalam kerangka ini, CoE FEB UNRI pada bidang riset dirancang sebagai penguat arah akademik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Secara menyeluruh, CoE FEB UNRI mencakup lima bidang utama, yaitu riset, pengabdian kepada masyarakat, desa binaan, green campus, dan social impact, yang saling terhubung dalam satu kesatuan arah pengembangan fakultas.

Dekan FEB UNRI, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., menyatakan bahwa CoE pada bidang riset yang dibahas dalam pertemuan ini tidak sekadar menjadi konsep, tetapi menjadi arah kebijakan fakultas yang dijalankan secara konsisten.

“CoE FEB UNRI kami tempatkan sebagai pijakan bersama dalam mengembangkan riset yang relevan dengan karakter wilayah Riau, khususnya lahan basah, sekaligus menjawab tantangan penguatan ekonomi hijau ke depan,” tutur Dr. Alvi.

Lebih lanjut, Dr. Alvi menjelaskan bahwa pada tahun 2026 FEB UNRI akan menerbitkan petunjuk teknis riset arahan yang disusun selaras dengan kerangka CoE FEB UNRI. Petunjuk teknis ini akan menjadi acuan awal pelaksanaan riset, sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam desain riset untuk pengembangan pada tahun-tahun berikutnya.

“Dengan adanya juknis ini, dosen dan periset memiliki panduan yang jelas, namun tetap adaptif terhadap dinamika isu dan kebutuhan riset yang terus berkembang."

Melalui pertemuan ini, FEB UNRI berharap peta jalan riset 2025–2029 tidak hanya memperkuat identitas keilmuan fakultas, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi hijau serta keberlanjutan wilayah lahan basah di Provinsi Riau.