Pekanbaru, 3 Mei 2026 — Bersempena dengan memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, sekaligus menjadi simbolis awal pembuatan Arboretum Anggrek, FEB UNRI menggelar kegiatan Penempelan Anggrek di Hutan FEB UNRI, Minggu (3/5) dihadiri oleh Dekan FEB UNRI Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama FEB UNRI, Rendra Wasnury, S.E., M.IB.; perwakilan UP Kultur Jaringan Riskika Wulandari dan Melissa Catherine; perwakilan BPDAS Indragiri Rokan, Arif Adi Suhastyo; BEM UNRI, BEM FEB, Humendala, Media Center FEB, serta perwakilan dosen dan tenaga kependidikan. Acara dipandu dengan sangat apik oleh pewara Denisa Nurmalia, S.T., M.I.Kom, dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNRI.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNRI dalam memperkuat Program Green Campus melalui aksi yang konkret dan berkelanjutan. Dengan memilih anggrek, FEB UNRI ingin menghadirkan sentuhan konservasi yang tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati Hutan FEB UNRI, tetapi juga membuka ruang pembelajaran langsung tentang pentingnya merawat ekosistem kampus.
Arboretum Anggrek merupakan kawasan yang ditata sebagai tempat koleksi, pengenalan, pembelajaran, dan pelestarian berbagai jenis anggrek. Dengan konsep ini, Hutan FEB UNRI tidak hanya diposisikan sebagai area pepohonan, tetapi juga diarahkan menjadi laboratorium hidup yang dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta edukasi lingkungan bagi sivitas akademika.
Sebanyak 120 anggrek ditempelkan pada pohon-pohon di kawasan Hutan FEB UNRI. Anggrek yang digunakan terdiri dari jenis Dendrobium dan Vanda. Kedua jenis anggrek tersebut dikenal memiliki bentuk dan warna bunga yang indah, sehingga diharapkan dapat menambah nilai estetika hutan kampus, sekaligus menjadi koleksi awal dalam pengembangan Arboretum Anggrek FEB UNRI.
Dekan FEB UNRI, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh mitra yang hadir dan menyampaikan bahwa kegiatan hari ini menjadi langkah awal yang penting bagi FEB UNRI dalam mengembangkan Hutan FEB sebagai kawasan yang lebih bernilai dan berkelanjutan.
“Penempelan 120 anggrek ini menjadi langkah awal yang sangat bermakna bagi FEB UNRI. Kita ingin Hutan FEB UNRI tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga menjadi ruang konservasi, ruang pembelajaran, dan ruang inspirasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat. Arboretum Anggrek ini kita mulai dari aksi kecil, tetapi dengan harapan besar untuk masa depan. "
Menurut Dr. Alvi, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Karena itu, kegiatan penempelan anggrek tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai awal dari upaya jangka panjang untuk merawat dan mengembangkan potensi Hutan FEB UNRI.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan dukungan dari unsur pimpinan fakultas, mitra, kelembagaan mahasiswa di tingkat fakultas dan universitas hingga komunitas mahasiswa pencinta alam. Semuanya menyambut baik langkah FEB UNRI dalam memulai pembuatan Arboretum Anggrek sebagai bagian dari penguatan kepedulian lingkungan kampus.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama FEB UNRI, Rendra Wasnury, S.E., M.IB., menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang baik antara fakultas, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan mitra. Beliau menilai keterlibatan mahasiswa penting agar gerakan peduli lingkungan tidak berhenti pada seremoni, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama di lingkungan FEB UNRI.
Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan BPDAS Indragiri Rokan, Arif Adi Suhastyo yang mengapresiasi inisiatif FEB UNRI dalam mengelola hutan kampus secara lebih terarah. Menurutnya, keberadaan Arboretum Anggrek dapat memperkuat fungsi edukasi lingkungan di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendorong sivitas akademika untuk lebih dekat dengan praktik pelestarian tanaman.

BEM UNRI melalui Wakil Presiden BEM UNRI M. Yahya Ramadani, Gubernur BEM FEB Farhan Syamren Kyoto, dan Ketua Humendala Ismail turut menyatakan dukungan terhadap kegiatan ini. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting karena keberlanjutan Arboretum Anggrek tidak hanya bergantung pada penempelan awal, tetapi juga pada kepedulian, pemantauan, dan perawatan bersama dalam jangka panjang.
Sementara itu, perwakilan UP Kultur Jaringan, Riskika Wulandari dan Melissa Catherine, mendukung pengembangan Arboretum Anggrek sebagai sarana pengenalan tanaman dan pembelajaran berbasis lingkungan. Dukungan tersebut memperkuat harapan agar 120 anggrek yang telah ditempelkan dapat terus dirawat dan dikembangkan sebagai koleksi awal arboretum.
Setelah sesi dukungan, kegiatan dilanjutkan dengan simbolis penempelan anggrek di Hutan FEB UNRI sebagai penanda dimulainya pembuatan Arboretum Anggrek FEB UNRI. Dilanjutkan sesi diskusi yang berlangsung hangat penuh keakraban di tengah kawasan Hutan FEB UNRI, para tamu undangan berbincang mengenai arah pengembangan kawasan tersebut ke depan, mulai dari keberlanjutan perawatan anggrek, penataan vegetasi, pelibatan mahasiswa, hingga peluang menjadikan Hutan FEB sebagai pusat edukasi lingkungan berbasis kampus.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas bahwa Hutan FEB UNRI memiliki luas sekitar 3,5 hektare dan saat ini masih berstatus sebagai hutan sekunder. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Melalui penataan yang konsisten, perawatan tanaman, serta penambahan vegetasi yang sesuai, Hutan FEB UNRI diharapkan secara bertahap dapat berkembang menuju karakter hutan primer yang lebih matang secara ekologis, kaya vegetasi, dan memiliki keseimbangan lingkungan yang lebih kuat.
Pembuatan Arboretum Anggrek merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang lebih peduli terhadap alam. Dari penempelan 120 anggrek, FEB UNRI berharap lahir gerakan yang lebih besar untuk merawat hutan kampus, memperkuat pendidikan lingkungan, serta menghadirkan warisan indah untuk generasi nanti.