
Kuala Lumpur, 15 Februari 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) pada ajang 2nd International Student Competition yang berkolaborasi dengan Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Universiti Putra Malaysia (UPM). Dalam kompetisi internasional yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, tim mahasiswa berhasil membawa pulang sederet penghargaan bergengsi.
Pada ajang ini, delegasi mahasiswa mengukir capaian luar biasa dengan meraih Grand Champion/Juara Umum, 3rd Winner, serta koleksi medali: 1 Gold Medal*, 1 Silver Medal*, dan 1 Bronze Medal. Tak hanya itu, tim juga dinobatkan sebagai peraih Best Paper, menegaskan kualitas gagasan, riset, dan presentasi inovasi yang ditampilkan di hadapan juri internasional.
Dua mahasiswa FEB UNRI yang menjadi peraih utama dalam kompetisi tersebut adalah Ebel Vigrajuska Asri (Manajemen 2022) dan Chairil Randy Nurrahman (Ilmu Ekonomi 2022). Keduanya memperkuat performa tim lintas fakultas yang terdiri dari Abel Hasti Ramadhani (FMIPA, Ilmu Komputer 2022) dan Hanny Sc Va (FAPERTA, Teknologi Industri Pertanian 2022). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi bukti bahwa inovasi terbaik lahir dari kerja sama, perspektif beragam, dan semangat riset yang kuat.
Ebel dan teman-teman mengusung sejumlah karya inovasi berbasis solusi nyata yang menyentuh isu keberlanjutan, transformasi digital, hingga kesehatan generasi muda. Salah satunya adalah *RESILIFERT, inovasi pupuk cair organik ramah lingkungan yang memanfaatkan urin sapi dan tandan kosong kelapa sawit melalui fermentasi anaerob untuk mendukung pertanian rendah emisi. Inovasi ini diharapkan membantu petani memperoleh akses pupuk murah, berkualitas, dan dapat diproduksi mandiri, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah yang selama ini belum optimal terutama tandan kosong kelapa sawit, yang relevan dengan potensi Riau sebagai salah satu wilayah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Selain itu, tim juga menampilkan BRANOVA, sebuah platform end-to-end berbasis Artificial Intelligence (AI Matching & Smart Builder) untuk mendorong UMKM bertumbuh dan go digital. Platform ini tidak hanya mendukung pemilik usaha dalam scaling up bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja bagi freelancer sebagai mentor dan penyedia jasa, sehingga turut berkontribusi pada perluasan kesempatan kerja di sektor non-informal.
Inovasi lainnya, NicNo, menghadirkan terobosan permen keras berbasis ekstrak Sawi Langit (Vernonia cinerea) dengan Stevia sebagai pemanis, yang terintegrasi dengan aplikasi SoNic (Sobat NicNo) berbasis reward system. Melalui mekanisme pemindaian barcode untuk mengumpulkan poin yang dapat ditukar menjadi e-wallet, inovasi ini bertujuan mengubah pendekatan berhenti merokok menjadi proses yang lebih positif dan menyenangkan bagi generasi muda.
Dekan FEB UNRI, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang menunjukkan kekuatan FEB UNRI dalam mengembangkan talenta berdaya saing global.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FEB UNRI mampu menghadirkan inovasi yang bukan hanya kompetitif di panggung internasional, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pertanian rendah emisi, penguatan UMKM melalui teknologi AI, hingga solusi kesehatan generasi muda. Ini adalah hasil dari kerja keras mahasiswa, kolaborasi lintas disiplin, serta ekosistem pembinaan yang terus kami perkuat."
Dr. Alvi menambahkan, FEB UNRI mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan riset dan inovasi hingga dapat diimplementasikan. “Kami berharap capaian ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk berani tampil, berinovasi, dan membawa nama baik universitas. Inovasi-inovasi seperti ini perlu didorong agar bisa naik kelas, dari kompetisi menuju implementasi nyata yang berdampak,” lanjutnya.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen FEB UNRI dalam membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, dan kolaboratif, serta menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap tantangan global. FEB UNRI optimistis, kiprah mahasiswa di berbagai ajang internasional akan terus meningkat seiring penguatan pendampingan, jejaring kolaborasi, dan ruang aktualisasi yang semakin luas.

