Pekanbaru, 14 April 2026 — Universitas Riau (UNRI) melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pusat Investasi Pemerintah di Ruang Kunto Darussalam, Gedung Rektorat Universitas Riau Lantai 2, Kampus Bina Widya Km 12,5 Panam, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama kelembagaan sekaligus membuka ruang sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mendukung penguatan kapasitas institusi, pengembangan program, serta kontribusi nyata bagi pembangunan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, para Dekan di lingkungan UNRI, Ketua LPPM, Ketua LPMPP, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Biro Keuangan dan Umum, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Ketua Tim Informasi, Kerja Sama dan Humas, Ketua Pokja Kerja Sama, staf Pokja Kerja Sama, serta staf humas. Dari pihak mitra, hadir Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah Ismed Saputra bersama jajaran, serta Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau sekaligus anggota Dewan Pengawas UNRI, Drs. Burhani AS, M.M. Dekan FEB UNRI Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M. turut hadir mengikuti keseluruhan rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen UNRI untuk terus memperluas kolaborasi yang memberi nilai tambah bagi institusi. “Universitas Riau terus membuka ruang sinergi dengan berbagai mitra strategis agar tridarma perguruan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan. Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi lahirnya program-program kolaboratif yang produktif, aplikatif, dan bermanfaat luas.”
Selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau sekaligus anggota Dewan Pengawas UNRI, Drs. Burhani AS, M.M., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi yang terukur antara perguruan tinggi dan lembaga negara. Beliau menekankan bahwa sinergi kelembagaan perlu diarahkan pada penguatan tata kelola, kapasitas institusi, dan penciptaan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. “Kerja sama seperti ini penting untuk mempertemukan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan. Dengan sinergi yang terarah, kami berharap akan lahir berbagai inisiatif yang tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat."
Sementara itu, Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah Ismed Saputra menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong penguatan kapasitas kelembagaan serta pengembangan program yang berdampak. Beliau berharap kerja sama ini menjadi awal dari hubungan yang produktif dan saling menguatkan antara kedua institusi.

Dekan FEB UNRI Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M. menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai peluang penting bagi penguatan ekosistem akademik dan profesional di lingkungan fakultas. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat menjadi jembatan bagi pengembangan pembelajaran, riset, dan peningkatan wawasan mahasiswa terhadap isu-isu strategis ekonomi, keuangan, dan investasi publik. “FEB UNRI memandang kerja sama ini sebagai momentum yang sangat baik untuk memperkuat koneksi antara dunia akademik dan praktik kelembagaan. Ini penting agar proses pendidikan di kampus semakin kontekstual, adaptif, dan selaras dengan dinamika pembangunan,” ungkap Dr. Alvi.

Bagi FEB UNRI, penguatan kerja sama UNRI dengan Pusat Investasi Pemerintah diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi program-program nyata yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kontribusi kampus terhadap pembangunan nasional dan daerah.